Selasa, 17 Maret 2015

KEYAKINAN DIRI DALAM BERTRADING



Forex trading adalah pada dasarnya merupakan bidang investasi yang cukup luas dan tidak habis-habisnya untuk digali. Dan bagi sebagian orang, trading dianggap sebagai sebuah pertandingan mental, karakter, fisik, dan kepandaian yang sangat menarik dan tidak pernah akan membuat bosan. Akan tetapi, trading juga merupakan cara tercepat untuk menghancurkan mental dan finansial bila tidak cermat dan berhati-hati.
Dalam dunia investasi, trading dianggap sebagai bisnis online yang paling prospektif, dan juga merupakan bisnis yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat.  Namun sayangnya masih sangat banyak yang tidak menyadari atau mengabaikan fakta bahwa trading adalah sebuah bisnis. Hal ini dikarenakan trading hanya dianggap sebagai permainan spekulasi.
Memang benar, kadang kala spekulasi sangat dibutuhkan saat membuka atau menutup posisi trading, akan tetapi tetaplah harus diingat bahwa spekulasi yang dipermainkan di sini adalah spekulasi yang bersifat bisnis, dan bukan sekedar permainan “untung-untungan” belaka. Oleh karena trading ini adalah sebuah bisnis, maka sudah sepatutnya kita membangun sistem bisnis ini dengan kepercayaan dan keyakinan diri yang kuat jika memang tekad sudah bulat untuk terjun di dunia ini.
Ada banyak pilihan cara, pola, ataupun metode yang dapat digunakan trader dalam bertrading. Sebelum memutuskan untuk terjun di dunia trading, tentunya seorang trader telah terlebih dahulu banyak mempelajari seluk beluk tentang trading hingga kemudian menemukan cara jitu yang digunakannya dalam bertrading agar dapat meraih keuntungan dan tidak loss. Cara yang digunakan trader satu dengan trader lainnya dalam bertrading mingkin tidaklah sama, karena masing-masing orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda, sehingga bisa jadi cara “A” adalah cara paling jitu bagi trader A, dan cara “B” adalah cara paling jitu bagi trader “B”.
Masing-masing cara, pola ataupun metode dalam bertrading tentunya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Namun, bagi kita trader bila sudah menemukan dan menentukan satu cara tepat untuk bertrading, maka tidak perlu memperdulikan orang berbicara apa tentang cara apa yang kita gunakan, sekalipun yang dibicarakan adalah kelemahan-kelemahan tentang cara trading yang kita gunakan. Karena, sekalipun kita menggunakan cara yang dianggap orang adalah cara jitu, bila kita tidak memiliki keyakinan akan cara tersebut, maka belum tentu cara tersebut adalah bagus juga buat kita gunakan dalam bertrading. Sehingga, sudah sepatutnya kita fokus dan mantabkan hati dengan menggunakan cara ataupun metode apa yang paling kita yakini bagus dan tepat dalam bertrading. Karena keyakinan diri dan kemantaban hatilah yang akan membawa kita berhasil dalam bertrading.

Minggu, 01 Maret 2015

KEPANIKAN CHF DAN SOLUSINYA



CHF pada dasarnya merupakan patokan nilai tukar mata uang terhadap Euro yang dipatok oleh SNB (Bank Sentral Swiss). Pada tahun 2011, SNB mengumumkan bahwa mereka menetapkan patokan minimum pada nilai tukar Euro dan Franc, dengan Euro tidak akan diijinkan melemah dibawah 1.2 CHF. SNB mempertahankan patokan itu dengan mencetak CHF secara reguler untuk membeli Euro di pasar. Swiss memang dikenal sebagai salah satu pusat keuangan dunia berkat perbankannya yang stabil, handal dan teguh menjaga prinsip kerahasiaan. Sehingga dalam kondisi di mana Euro memburuk, Swiss akan merasa tetap baik-baik saja, karena dalam keadaan normal naiknya permintaan terhadap suatu mata uang akan meningkatkan nilainya hingga berkali lipat. Dan pada pertengahan tahun 2011 ditemukan fakta bahwa saat Zona Euro dilanda krisis, CHF meroket ke nyaris sama dengan Euro walau sebelumnya nilai tukarnya kurang dari 0.7  CHF per Euro.
Setelah bertahun-tahun berlalu, diberitakan bahwa pada Januari 2015 kemarin SNB mengeluarkan kebijakan untuk mencabut patokan nilai tukar mata uangnya (CHF) terhadap Euro. Kebijakan ini selanjutnya membuat instrumen trading yang melibatkan CHF pun mengalami lonjakan harga yang fantastis. EUR/CHF sendiri diberitakan merosot hingga 30%, dan situasi ini menyebabkan kepanikan masal yang berujung pada kekacauan sistem trading berskala besar. Dan gelombang kepanikan ini terus mengalir tanpa syarat pada pasar. SNB memang merupakan bank sentral dunia, sehingga apa pun kebijakan yang dikeluarkan akan berpengaruh pada dunia pula, terutama yang berakitan dengan dunia trading.
Menurut analis Societe Generale, Kit Juckes, bisa jadi SNB menyimpulkan bahwa terus menerus membeli Euro untuk mempertahankan patokan itu sudah tidak lagi memungkinkan, dan timbunan Euro dalam koleksi cadangan devisanya sudah sedemikian besar sehingga malah menjadi beban. Apalagi, ECB nampaknya sebentar lagi akan meluncurkan program Quantitative Easing, yang pastinya akan semakin mendepresiasi Euro dan meningkatkan beban SNB apabila mereka akan mempertahankan patokan minimum 1.2 CHF per Euro tadi.
Kepanikan yang terjadi akibat kebijakan SNB tersebut di atas oleh beberapa broker disiasati dengan beberapa cara, diantaranya yaitu dengan mengambil langkah cepat untuk menutup akses trading dengan pair CHF, mengubah kebijakan spread dan margin, dan atau membatasi order yang berkaitan dengan pair-pair CHF. Adapun bagi broker pendatang baru akhirnya mengambil langkah dengan mengumumkan penghentian sementara open posisi untuk pair-pair CHF sampai keadaan kembali berjalan normal. Selain itu, ada pula beberapa broker yang juga telah mengubah kebijakannya terkait trading dengan instrumen ini.
Selain beberapa siasat di atas, akibat dari kebijakan SNB yang ternyata kini membuat pasar menjadi kehilangan satu asumsi fundamental dasar dan masih dalam kebingungan dalam usahanya untuk mencari satu level keseimbangan, oleh beberapa ahli dapat diperkirakan hal-hal apa sekiranya yang akan terjadi di depan dan mungkin bisa dijadikan sebagai suatu alternatif pemecahan masalah bagi broker, diantaranya yaitu :
1.         Fokus Beralih ke USD/CHF
Menurut Kit Juckes, SNB bukannya menyerah, tetapi merubah taktik. Setelah kepanikan pasar mereda, mereka mungkin akan mulai intervensi lagi, tetapi bukan intervensi pada pair EUR/CHF, melainkan pada pair USD/CHF dengan tujuan mengendalikan index CHF. Menurut Juckes, SNB mungkin berharap bahwa EUR/CHF akan kembali bergerak ke arah 1.2 setelah shock mengantarkannya ke level rendah. Selain itu, mereka juga mungkin berharap USD/CHF bisa kembali merangkak naik diatas level 1.0 akhir tahun in
2.         Safe Haven Alternatif
Investor akan mencari safe haven alternatif sebagai upaya hedging tambahan. Pilihan pertama jatuh pada Emas. Selain itu, investor juga kabarnya melirik mata uang komoditas Aussie dan Kiwi. Dolar Australia dan Dolar New Zealand dirasa juga akan mencatat peningkatan minat safe haven, karena suku bunga mereka terhitung tinggi diantara negara-negara mayor.
3.         Trader disarankan untuk merevisi trading plan dan analisanya apabila bertrading dengan pair-pair yang terkait.

Rabu, 17 Desember 2014

MATA UANG YANG AMAN DALAM TRADING



Trading merupakan salah satu bentuk perdagangan yang memiliki pangsa pasar terbesar di dunia serta merupakan pasar yang paling likuid. Pada dunia trading, ada berbagai jenis investasi yang diperdagangkan, mulai dari emas, property, hingga mata uang asing.
Mata uang asing yang diperdagangkan tentunya bukan mata uang sembarangan, karena yang diperdagangkan adalah bentuk mata uang negara-negara maju. Dan mata uang apakah yang aman untuk diperdagangkan dalam pasar forex? Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, kita haru mengetahui dulu beberapa jenis mata uang yang populer diperdagangkan didunia trading, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.         U.S. Dollar
U.S dollat atau dolar AS merupakan mata uang yang paling mudah diperdagangkan di pasar forex. USD dipasangkan dengan semua mata uang utama lainnya dan sering bertindak sebagai perantara dalam transaksi mata uang segitiga. Dolar AS juga banyak digunakan oleh beberapa negara sebagai mata uang resmi, sebagai lawan dari mata uang lokal. Selain itu, dollar dapat bertindak sebagai benchmark atau target suku bunga bagi negara-negara yang memilih untuk memperbaiki atau mematok mata uang mereka terhadap nilai USD.
2.         Euro
Euro adalah mata uang cadangan kedua terbesar di dunia. Euro diperkenalkan ke pasar dunia pada tanggal 1 Januari 1999, dengan uang kertas dan koin memasuki sirkulasi tiga tahun kemudian. banyak negara di Eropa dan Afrika mematok mata uang mereka terhadap euro, dengan alasan untuk menstabilkan nilai tukar. Euro umumnya diperdagangkan oleh spekulator seperti bermain di zona euro pada umumnya dan negara-negara anggotanya.
3.         Yen
Yen adalah mata uang Jepang yang paling mudah diperdagangkan dari Asia dan dilihat oleh banyak orang sebagai proxy untuk mendasari kekuatan ekspor manufaktur ekonomi Jepang. Banyak yang menggunakan yen untuk mengukur keadaan keseluruhan wilayah Pan-Pasifik. Yen juga terkenal di kalangan forex untuk perannya dalam carry trade. Dengan Jepang pada dasarnya memiliki tingkat kebijakan bunga nol pada 1990-an dan 2000-an, trader meminjam yen tanpa biaya dan menggunakannya untuk berinvestasi di mata uang lain yang menghasilkan lebih banyak di seluruh dunia, dengan mengantongi perbedaan suku bunga dalam prosesnya.
4.         Great British Pound
Great British pound atau pound sterling merupakan mata uang yang paling diperdagangkan keempat di pasar forex. Mata uang ini bertindak sebagai mata uang cadangan besar karena nilai relatifnya dibandingkan dengan mata uang global lainnya. Trader forex sering mendasarkan nilainya pada kekuatan keseluruhan ekonomi Inggris dan stabilitas politik pemerintahnya. Karena nilai relatifnya yang tinggi terhadap pasangannya, pound juga merupakan patokan mata uang penting bagi banyak negara dan bertindak sebagai komponen yang sangat likuid di pasar forex.
5.         Swiss Franc
Swiss franc, seperti Swiss, dipandang oleh banyak orang sebagai mata uang “netral”. Lebih tepatnya, Swiss franc dianggap sebagai tempat yang aman dalam pasar forex, terutama karena fakta bahwa franc cenderung bergerak dalam korelasi negatif untuk mata uang komoditas yang lebih stabil seperti dolar Kanada dan Australia, bersama dengan hasil U.S. Treasury. Swiss National Bank sebenarnya sudah dikenal cukup aktif di pasar forex untuk memastikan bahwa perdagangan franc dengan kisaran yang relatif ketat, untuk mengurangi volatilitas dan menjaga suku bunga stabil.
6.         Canadian Dollar
Dolar Kanada atau yang juga dikenal sebagai Loonie merupakan mata uang komoditas terkemuka di dunia, yang berarti bahwa ia bergerak dengan pasar komoditas, terutama minyak mentah, logam mulia dan mineral. Dengan Kanada menjadi seperti eksportir besar untuk komoditas, Loonie sangat volatile untuk pergerakan harga yang mendasarinya, terutama minyak mentah. Trader sering berdagang dolar Kanada untuk berspekulasi pada pergerakan komoditas tersebut atau sebagai pelindung untuk kepemilikan mereka atas kontrak-kontrak.
Berdasarkan uraian di atas mengenai jenis-jenis mata uang di pasar forex, maka dapat disimpulkan bahwa jenis mata uang yang aman digunakan dalam bertrading adalah sebaiknya adalah menggunakan Franc ditengah kisruh politik yang terjadi di Eropa. Di samping itu, karena dipandang oleh banyak orang sebagai mata uang “netral”, maka Swiss franc dianggap sebagai tempat yang aman dalam pasar forex, terutama karena fakta bahwa franc cenderung bergerak dalam korelasi negatif untuk mata uang komoditas yang lebih stabil seperti dolar Kanada dan Australia.

Senin, 01 Desember 2014

MENGATASI PASAR CRASH



Tidak selamanya market trading akan naik dan memberikan keuntungan bagi para pelakunya, karena ada kalanya juga market sedang turun, atau bahkan jatuh terperosok (crash). Market yang sedang turun, apa lagi bila tiba-tiba ini yang kemudian banyak membuat para trader menjadi “galau” dan menyebut kondisi market “tanpa arah”. Kondisi yang seperti ini selanjutnya mau tidak mau membuat trader harus menunggu beberapa jam ke depan atau bahkan hari esok bila ingin bertransaksi.
Pada pasar saham, bisa saja terjadi suatu pasar dapat “spike” beberapa ratus poin dalam satu hari, dan sesaat kemudian berbalik arah mengambil kembali semua yang dimilikinya hari itu juga atau keesokan harinya. Namun, hal ini hanya terjadi pada pasar saham, dan tidak untuk pasar forex dan index. Karena, telah terbukti bahwa banyak trader yang telah merasakan keuntungan dalam hitungan hari atau bahkan jam, berkat kondisi yang tidak terduga ini, yaitu kondisi pasar yang tidak tentu, atau dapat di katakana naik turun, yang bisa sewaktu-waktu naik dan bisa sewaktu-waktu turun.
Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pasar forex menjadi turun atau crash adalah sebagai berikut :
1.         Bencana alam
2.         Skandal berskala nasional
3.         Mata uang mendadak jatuh sangat dalam
4.         Suku bunga tiba-tiba dinaikkan
5.         Kondisi keuangan global yang bergejolak
6.         Dan lainnya
Sekalipun jatuhnya pasar ini adalah bukan merupakan hal yang diinginkan oleh para trader, namun hal ini tidak selamanya memberikan kerugian bagi trader, karena ternyata ada sisi keuntungan yang dapat dipetik. Saat pasar forex sedang jatuh, mungkin kita banyak mengalami rugi, namun saat itulah saat yang tepat juga untuk berbelanja forex, karena harga sedang murah. Saat trader lain menjual forex dengan harga super diskon karena harga anjlok, maka saat itu kita dapat membeli dengan harga super murah. Harapan dari pembelian ini adalah tentunya forex akan kita jual lagi ketika harga mulai stabil ataupun tinggi. Sehingga pada nantinya keuntungan yang kita dapatkan adalah lebih besar dari pada kerugian yang pernah kita terima sebelumnya. Inilah salah satu cara untuk mengatasi pasar yang sedang turun atau crash.