Senin, 22 Juli 2013

SIKAP MENTAL YANG HARUS DIMILIKI (CALON) TRADER


Sikap mental merupakan kondisi psikologis seseorang ketika dihadapkan oleh suatu situasi tertentu. Sikap mental ini pada dasarnya merupakan hal pokok dan amatlah penting yang harus dimiliki oleh setiap orang, tak terkecuali bagi mereka para calon trader. Kebanyakan yang sudah2, para trader pemula selalu menomor sekiankan sikap mental ini, sehingga tidak heran banyak diantara mereka baru terjun dan langsung mendapat kerugian yang amat fatal. Belajar dari keadaan-keadaan tersebut, maka sebelum memasuki dunia bisnis ini, sang calon trader harus benar-benar mempersiapkan mentalnya guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan  yang dapat terjadi. Di samping itu, juga untuk memperbesar peluang kemungkinan untuk berhasil di dunia bisnis trading forex. Berikut ini adalah lima sikap mental yang harus dimiliki, yaitu :
1.         Pembuat Aturan
Pada dasarnya, seseorang ingin memiliki jiwa yang bebas dan merdeka dari apapun dan siapapun. Kebebasan ini merupakan hak lahiriah seseorang, namun karena seseorang tinggal dan hidup di negara hukum, maka kebebasan yang dimilikipun dibatasi oleh hukum yang berlaku. Hukum merupakan seperangkat peraturan yang harus dipatuhi oleh semua orang tanpa terkecuali. Seseorang, telah dikenalkan dengan hukum sedini mungkin, misalnya saat kecil kita harus mematuhi aturan orang tua, aturan sekolah, aturan berkendara, dan ketika menginjak usia yang telah cukup umur, maka wajib hukumnya mematuhi hukum negara. Dengan demikian, maka kebebasan serta kemerdekaan yang dimiliki seseorang dibatasi dengan adanya peraturan yang berlaku agar tidak merugikan orang lain. Dalam dunia trading forex, juga sarat akan segala peraturan yang mengaturnya, dan peraturan ini tidak lebih adalah untuk mengerti aturan-aturan yang berlaku di bisnis ini. Membuat trading plan, menyusun strategi dan teknik trading adalah contoh-contoh dari bentuk aturan yang dapat diterapkan dalam diri seseorang yang akan terjun ke dunia trading. Namun, apalah artinya mempelajari dan membuat aturan-aturan itu semua jika pada dasarnya sang calon adalah seseorang yang selalu melanggar peraturan. Karena jika hal itu terjadi, maka peraturan yang dibuat hanyalah akan sia-sia jika hanya dilanggar. Sehingga, bagi calon trader,  haruslah dipastikan memiliki sikap mental “pembuat aturan” dan berkomitmen tinggi untuk mematuhinya, karena rader sukses adalah mereka yang memegang aturan dan menerapkannya dalam trading. Sebaliknya, kegagalan banyak disebabkan kurangnya komitmen “to follow the rule”.
2.         Pendengar yang Baik
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat lepas dari kehidupan sosial di sekitarnya. Kehidupan sosial ini nantinya juga berpengaruh dalam pembentukan karakter seseorang. Sering kali, ketika rekan kita sedang berbicara, banyak diantara kita bukan menjadi pendengar yang baik tapi malah menjadi pemotong pembicaraan yang baik. Nah, sikap seperti inilah yang harus dihindari, karena bagi calon trader, kebiasaan tersebut bisa saja terbawa kedalam trading dan menimbulkan resiko yang kurang baik. Saat seseorang bertrading, sebetulnya ia sedang mendengarkan sebuah cerita melalui grafik yang diamatinya, karena secara tidak langsung grafik tersebut sedang berbicara mengenai keadaan pasar. Seorang trader harus dapat mendengarkan baik-baik dan menyimak isi cerita tersebut, sehingga nantinya ia akan dapat mengetahui kondisi pasar. Namun, jika hanya sekilas saja dia membaca grafik dan lalu terbawa nafsu akan keuntungan, maka dapat dipastikan bukan keuntungan yang akan diraih dan malah kebalikannya. Sehingga, menjadi pendengar yang baik akan apa yg diungkapkan oleh grafik amatlah penting bagi calon trader guna meraik kesuksesan.
3.         Mengendalikan Emosi
Emosi merupakan bagian dalam diri yang terkadang sulit dikendalikan. Dalam beberapa situasi, terkadang emosi yang tak terkontrol malah menjadi boomerang bagi diri sendiri. Dalam dunia bisnis, untuk mengambil sebuah keputusan, biasanya harus sedini mungkin dihindari sikap emosional, agar keputusan yang diambil tidak akan menimbulkan penyesalan nantinya. Dalam sebuah blog dilansir “bisnis yang sukses tak lebih adalah membuat keputusan tanpa emosional dan menjalankannya yang secara ekonomi masuk akal”. Dalam dunia trading forex, ada suatu jargon yang mengatakan bahwa musuh besar dalam bertrading adalah diri kita sendiri, di mana maksudnya tak lain adalah emosi kita. Seorang trader yang professional, dituntut untuk dapat mengendalikan emosinya pada saat bermain trading. Namun, jika ternyata traderlah yang dikendalikan emosi, maka sudah pasti hanya kerugianlah yang akan ia terima. Dengan demikian, sikap mental untuk dapat mengendalikan emosi ini mutlak hukumnya dimiliki calon trader, agar ia dapat meraih kesuksesan.
4.         Mentoleransi Kesalahan
Setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak pernah luput dari kesalahan. Hanya saja, kemudian timbul pemikiran bagaimana cara untuk memperbaiki kesalahan tersebut agar tidak terulang lagi di masa depan. Orang kuat bukanlah orang yang memiliki otot baja dan mampu menganggat beban ratusan kilo, namun orang kuat adalah mereka yang berani mengambil keputusan meskipun ada resiko berbuat salah. Orang kuat selalu siap berbuat salah dalam kondisi tidak memungkinkan berbuat salah sekalipun. Namun demikian, orang tersebut akan belajar dari kesalahannya itu, dan selanjutnya akan menjadi semakin kuat karenanya. Dalam dunia trading, tidak ada seorangpun yang tidak pernah berbuat kesalahan dalam menganalisis keadaan pasar. Dan resiko kesalahanpun terkadang harus dapat diterima dengan hati lapang walaupun berat, karena kesalahan dalam bertrading dapat berarti kerugian yang cukup besar. Tapi, dengan kesalahan demi kesalahan yang telah terjadi tersebut, seseorang yang tadinya hanya pemula dapat menjadi seorang trader professional karena dapat mengambil pelajaran berharga dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuatnya. Jika sesorang baru akan memulai bisnis tradingnya, maka ia harus sudah siap untuk mentoleransi kesalahan trading, karena hal itu nantinya akan menjadi modal yang sangat berharga untuk mencapai keberhasilan di bisnis ini. Sehingga janganlah takut untuk berbuat salah, tetapi toleransilah kesalahan yang pernah diperbuat.
5.         Fokus Masa Depan
Masa depan merupakan suatu ladang di mana seseorang banyak menggantungkan cita dan harapannya. Sesorang, biasanya belajar dari kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu untuk kemudian berkomitmen dalam dirinya agar hal tersebut tidak terjadi di masa depan. Banyak hal yang telah terjadi terjadap masa lalu seseorang, baik itu mengenaik kehilangan, kesalahan, maupun keberhasilan. Dalam kondisi kehilangan atau kesalahan, biasanya susah bagi seseorang untuk dapat melupakan masa-masa tersebut, apalagi jika yang terjadi adalah kehilangan akan sesuatu yang amat ia cintai, atau berbuat suatu kesalahan yang fatal. Sabaiknya, kondisi masa lalu bukanlah menjadi masa di mana kemudian seseorang menjadi dirundung penyesalan yang berkelanjutan, namun dari hal-hal yang terjadi itulah sebaiknya dapat diambil pelajaran berharga. Dalam dunia trading, seorang trader memiliki peluang 50 : 50 atau bahkan 70 : 30 untuk melakukan kesalahan dalam setiap kali bertrading. Dan bila hal ini terjadi, maka kerugian yag diderita tidaklah kecil. Untuk itu, janganlah terfokus pada masa lalu di mana kerugian pernah didapat, tapi fokuslah untuk menatap masa depan bahwa di sana ada keberhasilan yang menanti. Seorang trader yang berhasil akan selalu mampu untuk melepaskan diri dari bayang-banyang kerugian di masa lalu. Sehingga, selanjutnya dia akan mampu bangkit dan bertrading kembali untuk menjemput keberhasilan di trading berikutnya tanpa dibebani mental berandai-andai yang tidak perlu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar